Kamis, 27 Agustus 2009

KETIKA OMBAK MENDERU, NOVEL D. ISKANDAR

Ketika di Pekanbaru dilangsungkan Pameran Buku di Bandar Serai, Pekanbaru, Juli 2009, IKAPI Cabang Riau mengadakan dialog interaktif dengan tema Hak Cipta. Hadir sebagai nara sumber ada tiga orang yaitu Al Azhar, budayawan Riau, Syafrinaldi,, guru Besar Fakultas Hukum UIR dan seorang pengurus Ikapi Pusat, maaf saya lupa namanya. Saya sendiri diminta untuk bertindak sebagai moderator. Pembicaraan berlangsung penuh warna dari A sampai ke Z. Sastrawan yang secara kreatif berkarya dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan negara. Seorang Andrea Hirata, melalui karya kreatifnya Lasykar Pelangi, menggerakkan sektor perbukuan sangat luar biasa. Namun karena masalah penghormatan atas hak cipta, ketika ratusan ribu exemplar bukunya dibajak, maka sebetulnya negara telah kehilangan pendapatan yang cukup besar.Tentu saja, sang penulis dan penerbit buku, juga telah kehilangan pendapatan yang sebetulnya menjadi hak yang sah.

Pembicaraan juga menyinggung soal naskah Melayu. Betapa negeri ini belum menghargai naskah yang diwarisi dari generasi terdahulu. Masih banyak naskah yang disimpan oleh orang-orang tua di banyak tempat. Perburuan naskah ini, oleh orang-orang asing, dimana negerinya berkeinginan menjadi pusat kebudayaan nusantara, sangatlah gencar. Dengan dana yang seolah-olah tak terbatas, mereka mampu merayu dan menaklukkan hati sang empunya penyimpan naskah-naskah kebudayaan.

Sementara itu, museum kerajaan yang kita punyai, sangatlah terbatas daya kreatifnya. Kemampuan merawat dan memanfaatkan naskah yang ada, masih amat terbatas. Fasilitasyang ada, belum cukup untuk merawat benda-benda kebudayaan itu, untuk dapat kekal sepanjang zaman.

Hadirin yang ikut dialog cukup banyak. Pengajar, pegawai negeri, murid-murid dan masyarakat awam, cukup serius memperhatikan jalannya acara.

Selepas dialog, dilanjutkan dengan peluncuran dua buku novel dari penulis muda D. Iskandar, berjudul Ketika Ombak Menderu dan novel kedua Jerat-jerat Lokalisasi, dengan penerbitnya Usaha Putera Riau. Iskandar adalah penulis novel kelahiran Bengkalis, dan memperoleh pendidikan sampai tingkat menengah atas di Bengkalis. Menyelesaikan D2 Ilmu Perpustakaan pada Universitas Terbuka dan kini bekerja sebagai PNS pada Perpustakaan
Daerah Suman Hs di Pekanbaru.